Flek Paru, TB atau TBC ?

Flek Paru

Tuberkulosis merupakan 10 penyebab kematian di dunia. Data World Health Oranisation (WHO) menunjukkan pada tahun 2016 terdapat 10,4 juta kasus insiden TBC yang setara dengan 120 kasus per 100.000 penduduk. Lima negara dengan insiden kasus tertinggi yaitu India, Indonesia, China, Philipina, dan Pakistan. World Health Oranisation memperikirakan terdapat 600.000 kasus baru dengan multi drug resistant TB yang menjadi masalah utama. Sebagian besar estimasi insiden TBC pada tahun 2016 terjadi di Kawasan Asia Tenggara (45%) dimana Indonesia merupakan salah satu di dalamnya Angka prevalensi TBC Indonesia pada tahun 2017 jumlah kasus TBC saat ini sebesar 254 per 100.000 . Jumlah kasus baru TB di Indonesia sebanyak 420.994 kasus pada tahun 2017.

Definisi dan Gejala

Mycobacterium tuberculosis. Terdapat beberapa spesies Mycobacterium, antara lain: M. tuberculosis, M. africanum, M. bovis, M. Leprae dsb. Yang juga dikenal sebagai Bakteri Tahan Asam (BTA). Kelompok bakteri Mycobacterium selain Mycobacterium tuberculosis yang bisa menimbulkan gangguan pada saluran nafas dikenal sebagai MOTT (Mycobacterium Other Than Tuberculosis) yang terkadang bisa mengganggu penegakan diagnosis dan pengobatan TBC.

Gejala

Gejala utama pasien TBC paru yaitu batuk berdahak selama 2 minggu atau lebih. Batuk dapat diikuti dengan gejala tambahan yaitu dahak bercampur darah, batuk darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu makan menurun, berat badan menurun, malaise, berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik, demam meriang lebih dari satu bulan. Pada pasien anak memiliki gejala yang hampir sama dengan penyakit lainnya. dilakukan sistem penilaian dengan skor pada pasien anak dengan memperhatikan : kontak pasien dengan TB Aktif, Uji tuberkulin/Mantoux tes, keadaan gizi anak, ada tidaknya demam, batuk lama, pembesaran kelenjar di daerah leher, ketiak, atau selangka, pembengkakan tulang, serta hasil x foto thorax.

Faktor Risiko

Faktor risiko dipengaruhi beberapa hal, diantarnya: konsentrasi/jumlah kuman yang terhirup, lamanya waktu sejak terinfeksi, usia seseorang yang terinfeksi, dan daya tahan tubuh seseorang. Ventilasi yang baik dapat mengurangi jumlah percikan dan sinar matahari langsung dapat membunuh kuman. Percikan dapat bertahan selama beberapa jam dalam keadaan lembab dan gelap. Risiko penularan dipengaruhi oleh banyak hal , diantaranya konsetrasi percikan dalam udara, lamanya seseorang menghirup udara tersebut.

Upaya dan Pengendalian

Pencegahan dan pengendalian faktor risiko TBC dilakukan dengan cara:

  • Membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat;
  • Membudayakan perilaku etika berbatuk;
  • Melakukan pemeliharaan dan perbaikan kualitas perumahan dan lingkungannya sesuai dengan standar rumah sehat;
  • Peningkatan daya tahan tubuh; Penanganan penyakit penyerta TBC;
  • Penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi TBC di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, dan di luar Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Deteksi dini dilakukan dengan upaya mencari kebenaran diagnosis dengan melakukan pemeriksaan kepada dokter spesialis, dan melakukan skoring TBC pada anak dibawah pengawasan dokter berkompetensi.

Hub Kami:
RDC
PRAKTEK DOKTER SPESIALIS ANAK
Jl. Suratmo no 319 Manyaran- Semarang
0819-1111-1047

Updated: 02/24/2020 — 23:12

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rusban Doctors Center © 2020 | Sitemap